Dan kembali lagi, entah yang keberapa kali, entah akan sampai kali keberapa.
Ingatan kecil tentangmu selalu berbuah sesak di dada. Ada desak keinginan tuk memikirkanmu lebih lama dari biasanya. Atau bisa jadi aku akan melihat lihat kertas persegi berisi lengkung senyummu yang sudah ku cetak di hari lalu. Entahlah, Kamu akan tetap dan selalu asing. Bahkan sampai nanti-nanti, kamu dan aku akan tetap merasa asing. Lalu disebut apa perasaan ini? Sebenarnya ini tidak adil. Bagaimana mungkin aku memulai rasa hanya dalam pandangan pertama? pandangan kedua dan pandangan kesekian kalinya kepadamu. Sedangkan Tuhan membuat aku seperti dedaunan kering yang ditiupkannya padamu. Sekadar lewat, takkan pernah membuatmu menoleh apalagi untuk tinggal.
Aneh rasanya mengingat bagaimana letup-letup perasaan itu bisa ada. Hadir perlahan-lahan disetiap kali kau tertangkap oleh mataku. Mengingat bagaimana senyum kaku itu bisa menarik perhatianku. Aku selalu ingat saat itu. Minggu menyenangkan yang mungkin takkan pernah terjadi lagi. Sungguh, aku ingin mengulang semua hal yang terekam di kepalaku itu. Meski aku tahu, kamu takkan pernah paham bagaimana bisa aku begitu menyukaimu. Bahkan sampai saat ini.
Tapi aku yakin Tuhan adil. Entah apa yang sedang ia persiapkan untuk kesabaranku nanti-nanti. aku tahu ia yang paling tahu apa yang terbaik buatku. Aku hanya bisa berharapa dan berdoa, semoga rasa ini lekas menghilang. Agar aku tak perlu lagi terbata-bata untuk mencintai yang lainnya. Selamat malam calon dokter, profesor, atau apapun itu. Mimpi indah :)
Langganan:
Komentar (Atom)


