Aji, Kekasihku. - Fiksimini

Sabtu, 14 Desember 2013

Sudah pukul setengah lima subuh, dan aku sedang bersiap-siap. Aku akan pergi ke Bukit Allest, berlari menyusuri jalan menuju bukit bersama kekasihku, Aji. Aku keluar dari rumah, mengenakan kaos hitam kesukaanku. Aku pun berlari dan berlari, di sudut kanan jalan seseorang sudah menatapku dengan suguhan senyum mempesonanya. “Ayok Ji, keburu sunrise nya hilang !” ajakku.  Minggu pagiku hanya teruntuk Aji, juga dengan terbitnya mentari nanti. Dia ikut berlari di sampingku, menatap lurus ke depan. Senyumku takkan pudar, jika ada dia di sisiku. Kami melewati kali yang airnya sangat dingin, terlebih di saat subuh seperti ini. Aku jadi ingat, betapa indahnya kenangan kami dulu, dia menggendongku untuk menyusuri sungai in, agar aku tak kedinginan atau masuk angin katanya. Hingga pada akhirnya, kami sampai di Bukit Allest. Bukit yang jadi saksi cinta kami. Kami duduk di batu tempat kesayangan kami sambil menunggu matahari yang sudah mengintip malu-malu ingin keluar dari peraduannya. Aku memeluk Aji dengan erat, “dia terbit Ji,” kataku. Dia tersenyum menghadapku. Ku gunakan pundaknya tuk menumpahkan tangisku. “Aku kangen kamu Ji, kangen liat ini semua bareng kamu”, aku mulai sesenggukan. “Aku gak mau ini semua tanpa kamu Aji. Aku pengen kamu selalu sama aku, selalu buat aku, bukan Cuma minggu subuh saja.” ,isakku memohon padanya.  Aku hanya menangis sampai lelah, sampai matahari mulai meninggi dn sampai aku sadar bahwa kami harus pulang. Kami turun dari batu yang di bawahnya terukir kecil nama kami, Putry Love Aji, Aji Love Putri. Ukiran itu kami buat saat Aji menyatakan cintanya padaku dua tahun yang lalu, di tempat ini. Kami menyusuri jalan yg subuh tadi kami lewati. Kali, pohon, dan jalan setapak yang tidak berubah. Sama seperti saat terakhir kali kami melihatnya. Langkahku semakin berat saat tempat aku dan Aji harus berpisah lagi. Air mataku mulai turun lagi, aku mengantar Aji hingga sampai di makamnya. Akupun terduduk di samping makam yang batu nisannya tertulis  nama kekasihku itu, “ Denata Aji Pratama”. Aku memeluk nisannya dengan erat, “Minggu depan aku kesini lagi Aji. Tunggu yah Ji,aku sayang kamu”.  Aku pulang dan melambaikan tangan padanya yang sedang tersenyum menatap kepergianku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS