Kami berdua tertidur pulas. Siang itu sangat panas, kipas angin di kamar kost Langit tetap saja tak bisa menahan gerahnya panas siang itu. Aku pun terbangun dan menyetel kipas angin agar berputar lebih kencang. Ah, Laptopnya belum dimatikan, dasar Langit. Akupun segera membereskan laptopnya, kulihat materi tugas apa yang sedang ia cari. Kanker jaringan Lunak. Langit,Langit. Aku hanya tersenyum dan mematikan laptop itu dan meletakkannya di atas meja. Aku duduk dan memperhatikan isi kamar kost kekasihku ini. Semuanya tertata tdengan rapi. Dia memang tidak suka kotor, diaa tidak suka ada barang-barang yang tidak diletakkan pada tempatnya. Jam sudah menunjukan pukul empat sore. Aku pun segera pulang menuju ke kosku. Ada tempat yang harus ku kunjungi sore ini. aku meninggalkan Langit yang masih tertidur dengan pulasnya.
***
Aku ada jadwal check-up hari ini. yah. Aku mengidap kanker jaringan lunak di bagian kepala. Sejak dulu aku merasakan sakitnya. Mual,pusing yang keterlaluan, dan tangisan yang tak henti ku alirkan selama ini ternyata karena penyakit itu. Aku hanya berusaha menutupinya. Semula aku hanya iseng mencari tahu di Google. ditempat semua sumber informasi tersimpan didalamnya. ku ketikkan gejala penyakit yang kuderita. Dan di daftar yang paling atas muncul "KANKER JARINGAN LUNAK:" .
Aku tahu kanker jaringan lunak itu apa. aku pernah menontonnya disalah satu film yang laris waktu itu. Aku cemas. tapi tak apa. Itu hanya dugaan. Aku mencoba tenang hingga pada akhirnya aku menerima hasil tes laboratorium yang kulakukan saat duduk di kelas 3. aku melakukan check-up untuk seluruh tubuhku. Ternyata Aku positif mengidap kanker jaringan lunak, dan juga penyakit gagal jantung. aku berusaha menyimpan semua sendiri. biar saja. Aku hanya ingin menikmati rasa sakit ini sendiri, sampai nanti tangan tuhan yang menghentikannya. Akan tetapi, Beberapa hari yang lalu Langit mengajakku untuk memeriksa kan kepalaku. aku menolak dengan halus, tetapi dia tetap memaksa. Aku takut dia semakin curiga. Jadi ku biarkan saja. Mungkin hasil test itu sudah keluar. Mungkin saja Rere yang telah mengantarkan hasil test itu. Mungkin itu yang membuat Rere menangis dan membuat langit terlihat sangat marah. Entahlah. Aku tak ingin bertanya hasilnya. Aku sudah tau, aku lebih dulu tahu. Aku tak ingin Langit mengasihaniku. Aku tak ingin terlihat lemah. Anggap saja aku tak tahu apa-apa. Langit juga berusaha menyembunyikan semua ini.
ah,tak apa. Semua sudah terlanjur. aku tak mau Langit terlalu lelah karena aku.
TiinTiiinn...
ah,suara motor Kak Izzi. Kak Izzi yang akan menemaniku checkup hari ini. aku bilang hanya test kesehatan biasa. aku juga tak mau dia khawatir. "iyaa kaak. aku tutup pintu kost dulu",teriakku. akupun naik, dan kami melangkah ke rumah sakit. Dan tanpa sepengetahuanku, ternyata Langit melihatku dibalik jendela kamarnya. Matanya tajam menatapku. Langit tak kenal Kak Izzi. Aku juga tak bilang mau keluar,apalagi dengan laki-laki lain. sudahlah. Mungkin nanti dia akan mengerti.
Aku tahu kanker jaringan lunak itu apa. aku pernah menontonnya disalah satu film yang laris waktu itu. Aku cemas. tapi tak apa. Itu hanya dugaan. Aku mencoba tenang hingga pada akhirnya aku menerima hasil tes laboratorium yang kulakukan saat duduk di kelas 3. aku melakukan check-up untuk seluruh tubuhku. Ternyata Aku positif mengidap kanker jaringan lunak, dan juga penyakit gagal jantung. aku berusaha menyimpan semua sendiri. biar saja. Aku hanya ingin menikmati rasa sakit ini sendiri, sampai nanti tangan tuhan yang menghentikannya. Akan tetapi, Beberapa hari yang lalu Langit mengajakku untuk memeriksa kan kepalaku. aku menolak dengan halus, tetapi dia tetap memaksa. Aku takut dia semakin curiga. Jadi ku biarkan saja. Mungkin hasil test itu sudah keluar. Mungkin saja Rere yang telah mengantarkan hasil test itu. Mungkin itu yang membuat Rere menangis dan membuat langit terlihat sangat marah. Entahlah. Aku tak ingin bertanya hasilnya. Aku sudah tau, aku lebih dulu tahu. Aku tak ingin Langit mengasihaniku. Aku tak ingin terlihat lemah. Anggap saja aku tak tahu apa-apa. Langit juga berusaha menyembunyikan semua ini.
ah,tak apa. Semua sudah terlanjur. aku tak mau Langit terlalu lelah karena aku.
TiinTiiinn...
ah,suara motor Kak Izzi. Kak Izzi yang akan menemaniku checkup hari ini. aku bilang hanya test kesehatan biasa. aku juga tak mau dia khawatir. "iyaa kaak. aku tutup pintu kost dulu",teriakku. akupun naik, dan kami melangkah ke rumah sakit. Dan tanpa sepengetahuanku, ternyata Langit melihatku dibalik jendela kamarnya. Matanya tajam menatapku. Langit tak kenal Kak Izzi. Aku juga tak bilang mau keluar,apalagi dengan laki-laki lain. sudahlah. Mungkin nanti dia akan mengerti.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar